Kamis, 29 September 2016

Aini's Graduation

Rabu, 21 September 2016. Menjadi momen paling bersejarah dan bahagia untuk sahabatku, Aini Zidni Lathipan. Hari itu, Ai secara resmi lulus dari kuliahnya di Akademi Kebidanan dan juga resmi menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan. Let's say Alhamdulillahirabbilalamiin:") Jadilah..lahir bidan cantik baru ini, proudly I say she is my bestbestbest friend I ever had, Aini Zidni Lathipan, Am. Keb..

Diundang hadir menyaksikan wisuda dan angkat sumpah di hari itu menjadi hal yang paling terhormat buatku. Gak lebay, karena memang ini pertama kalinya dan tepat kalau orang yang pertama aku hadiri wisudanya ya mesti Aini. hahaha Aini, sahabat dari kecil, dari kelas 1 SD. Kita mulai deket karena satu jemputan yang sama. Les-nya juga sempet bareng. Iya kan? Still you remember Mrs. Aisyah? kita les bahasa inggris disana, sama temen-temen yang lain. Walaupun gak selalu 1 kelas di SD, SD Jaya Suti Abadi. Dulu mah jaman kita sekolahnya gak se-keren sekarang ya. Sekarang namanya udah pakek Global School #applause, dan... beruntung Alhamdulillah bisa masuk SMP yang sama, SMPN 1 Tamsel. Stop dulu deh nostalgianya, aku mau ceritain How was the feeling when I watched that graduation ceremony

Malam sebelum hari H, Ai udah WA aku buat on time jam set6 udah di rumahnya. Ya.. karena rara yang mau langsung ikut berangkat bareng dari rumah (notabene-nya ra numpang, wkwk mesti on time beneran deh huhuhuhu), jadinya siap2 lebih awal dan langsung cuuuss jam set6. Sampai disana, langsung disambut sama adiknya, Qintara (btw, nama panggilannya is like mine-rara-). Kalian tau Ai masih ngapain??? D-A-N-D-A-N. Yes, as like what I though before. Secara momen sakral gituu mesti dandan SUPER BADAIIII pakek bulu-bulu mata gitu deeehh (duuuh rara sih ampuuunnnn) hahaha XD aaannndd jeng-jeeengg. 
Aini, cantiknya yaaaa, hatinya juga lhooo
sukaaaakkk banget sama tatanan rias wajahnya ini hihi. aaahh jadi kepikiran nnti gimana ya kalau rara yang graduation. :D

Yang rara suka dari aini itu… dia selalu apa adanya. Gak peduli deh orang mau komentar apa. Pokoknya dia ngelakuin segala sesuatu tuh emg yang berasal dari hatinya. I could feel it. Humoriiissss pulaakk! Kalian harus tau, satu satunya orang yang selalu bikin ra paling ngakak ya dia nih. Hahaha. (Aaahh jadi anen-.-)

Lanjut yaaa.. hihi. Ternyata yang dari rumah Ai bukan cuma keluarga dan rara aja. Ada temennya yang ikut dari rumah, namanya Desi. Agak susah juga sih pas mau mulai ngajak kenalan. Mungkin lg deg2an plus pusing mikirin roknya yng ketinggalan kali yaa -.- (fyi, temennya Ai ini dateng ke rumah Ai buat pergi bareng. Dan kalian harus tau kalau Desi ini lupa gak bawa rok -.- untung aja masih bisa keburu mama-nya anter lagi roknya. Could you imagine when you came forward to your lecturer (for move the kunciran from left to the right part, but you don’t wear skirt. You wear jeans!!! -.-) oh my! Mungkin efek buru2 juga yaa. HAHA gapapa.. biar makin teliti deh yaa

Diperjalanan rara, desi, aini duduk di kursi tengah. Di bangku belakang ada rara, ike, sama zahira. Yang paling depan, ya Nyonya dan Tuan. Hehe Sepanjang jalan, Ai sama Desi sesekali ngobrolin temennya yang udah nyampe dari pagilaah, berangkat dari abis subuhlaah. Ckckck terlalu semangat yak!-.- (must be appreciated). Terus juga ngobrolin temennya yang kayo rayoo yng katanya selepas wisuda gak mau praktek, tapi ngelanjutin usaha orang tuanya (That was not wrong choice, tapi sayang aja sih ilmunyaaaa .-. kalau bisa bagi waktu buat 2 hal itu bagus deehh. Emg enak ya idupnya, kalau kata Ai ‘terlahir dengan sendok emas’ wkwk kepikiran aja sih:D)

Sampe disanaaaa, langsung buru2 turunlah kita bertiga, nyari to-i-let. Sekalian rapih-rapih cantik gituuu. Sebelum nyampe di toilet langsung ada yng fotoin gitu. Duuuuhhh berasa artis ajaa yaa. Hahha (kalian harus tau! Ternyata gak beda dari dufan. Pas balik pulang kita dikejar-kejar buat beli jepretannya tadi. What the ffuuhh-…-)
Oke, masuk ke inti dari hari itu:

Masuk ke ballroom gedung, rara langsung terkesima dengan semua wajah-wajah bahagia yang cantiiiikkkkk. Karena judulnya bidan, gak ada tuh yang pakek toga laki (yaiyalaahh)

Bahagia ya jelas. Bersyukur udah pasti. Bangga jangan ditanya lagi. Disaksikan orang tua, keluarga, dosen-dosen, 68 mahasiswi itu telah resmi menjadi seorang bidan. Dan secara otomatis masuk dalam Ikatan Bidan Indonesia. Alunan lagu yang dibawakan paduan suara menambah haru suasana di dalam. Dimulai dari lagu-lagu romantiiiss, semangaattt, sampai haruuu pas bawain lagu ‘terima kasih guruku’ sama lagu ‘bunda’ aaiiihhh..
Aini, cantiknyaaaa hihi hatinya juga lhooo



Ai, and her..... (fill it whatever you want)

Nah, kalau foto diatas ini, Aini sama Eki. Siapa Eki?
Eki, pertama cuma tau kalau Eki ini temen SMAnya. Makin lama jd kebuka deh, dia ternyata juga orang Griya, anak RT 6, dulu pernah gabung di remaja masjid, dan bodohnyaaaa rara gak ngeh klo eki pernah ikutan remaja masjid dan dia lg deket sama sahabat rara -...- Pastinya dengan kedatangan Eki ini, punya tempat sendiri di hati Aini yaa. hihi Ah kalian ini! love you both!

Aini & Rara

Bangga. Bahagia. Seneng. Bersyukur. Masih diijinkan Allah menjadi sahabat kamu, Ai.. Rara seneeeenngggnyaaaa masyaAllah :”) percaya gak sih Ai? Kalau rara bilang begitu nama Ai di sebutin di atas panggung, lengkap dengan gelar yng Ai sandang. Rara nangiiiissss :””))) HAHA serius iniiii. Hihi Untung aja Ai inget rara buat dateng kesitu. Kalau enggak? Beeuuuhhh kita end aja lah Ai! (ini serius)

Ra gak bisa berhenti bilang bersyukur Ai. Dipertemukan. Dipilihkan. Dititipkan. Seorang sahabat seperti Aini ini. Rara berharap hanya maut yang memisahkan silaturahmi kita di dunia yaa. InsyaAllah kita (meskipun banyak kekurangan) terus  berhijrah menjadi wanita solehah, anak yang berbakti pada orang tua, anak yang bisa menyelamatkan orang tua dari api neraka, kelak menjadi muslimah solehah, istri solehah, ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak. Daaannn selama perjalanannya kita nanti sukses, kita liburan barennngg, cerita2 bareeenngg. Semoga kesampean yaa kita liburan barengnya Ai. Aamiin J Kalau keburu abis nikah pasti bakalan susah. huhu

Oh iya, pesan rara buat Aini. Tetap menjadi Aini apa adanya seperti sekarang. Banyak orang yang mencintai Aini seperti ini. Jangan dilebih-lebihkan. Teruslah berubah menjadi kupu-kupu cantiik, banyak menolong orang, menjadi pribadi yang rendah hati, dan murah senyum. Jadikan surga menjadi tujuanmu dalam menolong orang. Profesi Ai sekarang sudah mulia.. maka lebih muliakanlah dengan rasa hati tulus ikhlas dan untuk berjihad..


Aini & Rara

Jadi sahabat rara terus ya Ai.. Makasih untuk semua kebahagiaan yang Ai kasih untuk rara. Maaf belum menjadi sahabat yang baik untuk Ai. Kalau boleh membalikkan kisah perjalanan hidup, ra mau balik di momen2 kita ketawa bareng waktu masih sekolah Ai :):):’)

Rara sayang Aini, like my own sister Hihi
Salam sayang,
Rara