Kamis, 17 Januari 2019

#23 anxious story

Gak ada satupun.. bahkan orangtua dan keluarga
yg lebih mengenal diriku sebenar-benarnya.. selain diri sendiri

atau bahkan diri ini juga tidak?

Allah mengkaruniakan kita mata untuk melihat
Setiap org punya dengan beragam warna

Mata kita gak sama
Apa yg kita lihat sudah pasti berbeda
Cara kita melihat juga berbeda
Bahkan org terdekat pun bisa salah sangka
Dengan apa yg kita lihat

Kata org mata bisa bicara
Hal yg dikatakan mulut ini bohong
Katanya mata selalu bisa jujur

Aku gak tau secara pasti
Aku bukan ahlinya

Dan.. di setiap org punya hati
Hati selalu tersembunyi
Gak ada yg tau secara pasti
Rasa dan keadaan sebenarnya

Semua org jago meramal
Menebak seenaknya saja
Tanpa mendengar si pemilik hati

Aku kini sudah 23
Belum cukup cerita yg ku lewati
Untuk pantas dibilang berpengalaman
Tapi rasanya kini mulai bimbang
Tentang keadaan di sekitar

Aku selalu berusaha tersenyum
Baik, memberi saran, dan tertawa plg kencang
Tapi mereka gak tau
Atau gak peduli
Atau aku yg terlalu menutup diri

Hingga merasa kesepian
Saat-saat terpuruk org disekitar selalu pny seseorang
Aku juga ada
Tapi gak sanggup bibir ini bicara
Cerita semuanya, bahkan sedikit juga enggak

Sampai kapan aku mampu bertahan
Menutupi semua kegelisahan
Yang sebenarnya aku rasain sekarang

Aku gak mampu bicara ini
Tapi selalu jd pemberi saran terbaik
katanya..

Aku lelah, tapi juga enggak
Bingung kan?
Aku cuma berharap hal-hal baik akan datang
Aku cuma akan bertahan
Tapi berusaha juga kasih yg terbaik
Untuk orang-orang terkasih

Meskipun kadang kasar
Dan buat hati ini retak
Aku gakpapa..
Aku akan terbiasa..
Semoga hal baik akan datang lebih banyak

Aku percaya Allah akan kabulkan..

life story when in 22
#23
17 Januari 2019
Jakarta

Minggu, 09 Desember 2018

Minggu, 02 Desember 2018

kenapa sih?

kenapa sih semuanya ngeselin

semua org marah-marah seenaknya

trus kenapa dgn begonya gue cuma diem, sabar trus nangis sendirian!

Sabtu, 01 Desember 2018

always after crying

nangis.. bukan karena lemah
tapi cara terbaikku meringankan semuanya

setelah nangis, jauh lbh kuat dan chin up lagi!

Alhamdulillah.. :") kuat rara.. pasti bisaa.. semangat

Rabu, 28 November 2018

Sabtu, 24 November 2018

Bertemu setelah Pengakuan

makrab ITP
Minggu, 25 November 2018
di Ayunan bersama sahabat
-----------------------

alhamdulillah
ya Allah.. aku bahagia..
bertemu dan bertegur
takut tapi ingin terus dekat
pasrah tpi lebih banyak berharap

ya Allah..
Engkau yg menganugerahkan rasa ini
rasa yang tumbuh mewangi menghias hati

aku tak tau siapa nnti seorang yg datang
aku hanya ingin memohon
untuk jadikan dia soleh, rejeki yang lancar,
supaya langkahnya membahagiakan keluarga dipercepat dan diringankan
supaya langkahnya kelak menuju pernikahan dimudahkan..
dipertemukan dgn seorang yg terbaik, yg menerima baik buruknya, yg siap mengabdi, menurut, dan beribadah bersama
Bukan untuk di belakangnya, tapi ada disampingnya. Menyelaraskan jalan bersama, melangkah bersama..

Ya Allah..
jauhkan dia dari marabahaya dlm hidupnya
sehatkan dan kuatkan hati dan jasmaninya..
lapangkanlah dadanya.
Tetapkan langkah terbaik baginya
yang terbaik untuknya, Ya Allah..

Hamba mohon ampun dan bergantung padamu
Atas jodohnya..

Permudahlah segala urusan kami..

Di dalam hati
Hamba ingin bersamanya, Ya Allah..
Semoga Engkau menjabah dan mempermudah semuanya

Tapi jikalau tidak begitu ending ceritanya
maka ikhlaskan di hatiku ya Allah..
pisahkan aku dan dia.. tanpa ada rasa sakit tertinggal
yg me-lara-kan hati

Selasa, 18 September 2018

Hari ke 2 Mama dirawat

Assalamualaikum..

Ini hari Selasa, 18 September 2018.
Hari ke 2 mama di rawat di RS Karya Medika II Tambun

Kalau kalian bisa ada bersamaku disini, kalian akan lihat aku lagi fokus ke layar laptop. Disampingnya berserakan buku dan kertas-kertas kuliah. Mau belajar niat awalnya. Setelah diskusi kelompok via whatsapp, aku rencana mau kerjain PR Mikrobiologi. Tapi, vinta video call, terus ngobrol-lah sama papa, tegar, oma, opa, ada sabila dan tante tien juga disana. Mama lagi terima telpon juga, jadi gabisa ngobrol. It's okay, karena sore tadi udah telpon lama sama Mama. Dari suara Mama sekarang, aku rasa mama sudah baikkan. Dadanya udah gak sesak, Alhamdulillah... Mama sudah gak perlu pasang oksigen. Jujur, pasang oksigen tuh ganggu banget keliatannya (buatku ya). Selalu inget gimana vinta, tegar, dan papa kalau lagi kambuh asmanya, mereka dipasang oksigen. hmmhh sounds like, I'm too afraid to see them dengan selang oksigen itu.

Apa ya...

Suasana hati ini sebenarnya lebih lega..
Tapi pikiran ini banyak..
Banyak banget..

Tapi aku bersyukur
Punya adik seperti vinta dan tegar
Mereka dewasa sebelum waktunya
Yaa, walaupun vinta nangis-nangis juga sih,
Tapi tegar enggak sama sekali
atau dia diam-diam nangis ya?
jangan sampai! vinta sama tegar harus terbuka sama rara
kalau pun tegar gak nangis,
Apa karna Tegar belum ngerti ya?
Ah, gak mungkin!
Jelas banget semua yang terjadi sekarang kok,
terlalu 'kelihatan'
susah buat pura-pura gak tau

Sebagai anak perempuan pertama
Dengerin curhat tangis dari vinta, keluh kesah mama, dan harapan papa
Hati ini seakan teguh
harus lebih kuat ya ra..
Terharu..
Sakit juga
Tapi lega,
karena memang mereka harus begitu
Cerita apa saja sama rara
Biar mereka bersandar sama rara

Sampai kondisi dimana,
aku selalu gak bisa nangis di depan mereka
gak boleh!

Nangis waktu sendirian aja
atau nangis ke teman tertentu
then, I feel better 

Buatku, kondisi mama sekarang adalah segalanya
Kesehatan papa, tegar, dan vinta juga segalanya
Oma pun begitu



Ah, kangen!
Can't wait to see you all, my dearest family