Sabtu, 13 Januari 2018

Telur Glundung Cabe Merah

Assalamualaikum!

Halooo.. Kali ini aku akan share ke kalian cara buat Telur Glundung Cabe Merah, khususnya untuk cewek-cewek yang baru belajar masak. Karena cara buatnya terbilang cepat (1 jam) dan praktis, jadi bisa banget diikutin sama kalian buat Nge-Sok ngaku jago masak. hehehe

Jadi, yang perlu kalian siapin adalah...
1. Telur Ayam
Kalian harus pastiin penyimpanan telurnya sudah baik yaa. Supaya kebersihan dan keamanannya tetap terjaga. Meskipun di kulkas-kulkas udah ada rak khusus telur, sebenernya telur bisa kok disimpan di suhu ruang biasa aja alias gak usah di masukkin kulkas. Tapi, pastikan disimpan dengan benar ya, misal di taruh di egg tray-nya. 
2. Cabe
Cabe yang dipakai yaitu cabe merah, cabe rawit orens, cabe rawit hijau (tapi yang ijo terang itu lhooo). Jumlahnya tergantung selera ya, disesuaikan juga sama jumlah telurnya.
3. Tomat dan Bawang Merah
Bawang Merah jadi suatu keharusan. Kalau tomat ini opsional. Yang pasti, tomat ini cepat banget siklus kematangannya. Semakin lama, semakin overripening alias cepat menuju kondisi busuk. Jadi, masakan yang dicampur tomat, harus dipanaskan berkala atau cepat-cepat dihabiskan.
4. Garam dan Gula
Garam dan gula ditambahkan untuk menambah cita-rasa. Sesuai dengan budaya masak di rumah, garam dan gula menjadi wajib buat ditambahin nih..
5. MSG 
MSG ini opsional. Bisa ditambahin atau enggak. Kalau dirumah, khusus masakan ini, aku gak pernah nambahin sih. Tapi kalau garam dan gula belum cukup enak, kalian bisa nambahin MSG ini. 

Langkah-langkahnya adalah...
1. Rebus cabe, tomat, dan bawang
Merebus cabe juga bisa bermanfaat sebagai cara pengawetan terbaik untuk cabe. Selain bisa mengurangi bau langu, bisa juga untuk mengurangi tingkat kepedasan cabe. Direbus kira-kira 15-20 menit
2. Rebus Telur 
Rebus telur ayam sampai matang. Setelah matang, telur dibiarkan sampai suhunya turun, kemudian di kupas kulitnya. Setelah dikupas kulitnya, telur di goreng sampai beberapa bagian putih telurnya berwarna kecoklatan
3. Goreng Telur 
Telur glundung di goreng sampai beberapa bagian putihnya kecoklatan. Kenapa digoreng lagi? Biasanya, dengan merebus aja belum bisa menentukan telur sudah dalam keadaan matang sempurna, makanya perlu digoreng. Warna kecoklatannya juga bisa membuat telur lebih menarik sih.. ^^
4. Ulek Cabe, tomat, dan bawang
Semua cabe, tomat, dan bawang di ulek sedikit demi sedikit. Dirumah, cabe diulek tidak sampai halus, tapi masih dibiarkan kulit cabenya utuh. Kalau terlalu halus, nanti jadinya telur glundung balado, bukan telur glundung cabe merah. 
5. Masak Ulekan cabe, tomat, dan bawang
Dimasak dengan campuran minyak secukupnya dan api kecil, sambil ditambahkan garam dan gula. Mixing sampai tercampur sempurna dan rasanya merata. 
6. Masukkan Telur
Kalau sudah cukup matang dan enak, matikan kompor, kemudian masukkan telur glundung kedalam campuran cabe tadi.
7. Siap di santap!
Telur Glundung Cabe Merah buatan rara :)

Itu aja resep luar biasa HAHA versi rara. Hari ini Minggu, 14 Januari 2018 perdana buat telur glundung cabe merah bymyself. Semoga bermanfaat ya! Meskipun terlihat mudah, tapi kalau belum benar-benar buat sendiri, gak akan pernah bisa-bisa deh.. Jadi, Selamat Mencoba!



Jumat, 01 Desember 2017

Pengalaman Awal Memutuskan Berkerudung (Nutup Aurat)

Sabtu, 2 Des 2017 02:05 WIB

Assalamualaikum...

Hari ini mau cerita tentang pengalaman awal memutuskan berkerudung.

SD. Gakmau pakai kerudung

SD. Ada beberapa temen sekelas dulu sudah pakai kerudung. Rara belum pakai, tepatnya gamau. Karena Mama juga waktu itu belum berkerudung sih, jadi ya buat apa. Kemana-mana juga pakainya baju dress pendek selutut. Ya Allah.. :" sama sekali belum paham kalau sudah wajib pakai kerudung (nutup aurat). Apalagi Ra mulai 'dapet' SD kelas 6. hehe Cepet ya! :D

Meskipun gak mau pake kerudung, tapi tetep aja kesel kalau orang nganggap Ra nonislam. Pernah lagi ulangan Agama Islam, cuma Rara yang gak dibagiin kertas ulangannya (kebetulan sekelas cuma 1 anak yang non islam dan lagi beda ruang ujian). Jadinya ngambil sendiri ke depan. Parahnya guru ini malah bilang, "Kirain kamu Hindu". Astaghfirullahaladzim.. Walaupun gak sampai nangis, tapi kok ganggu banget ya omongannya, sampai masih inget kan sekarang. 

SMP. Kerudung Buka-Tutup, Belum Niat

SMP. Sekolah memang mewajibkan untuk semua muslimah pakai kerudung. Jadi, otomatis kalau Sekolah pakai kerudung. Tapi kalau udah keluar dari pintu Sekolah, langsung deh tuh kerudung lempar kemana alias masih buka-tutup. Mama juga belum pakai kerudung. Jadi yaa, buat apa. Dan lagi-lagi emang belum paham kalau pakai kerudung (nutup aurat) itu wajib. 

Untungnya, SMP Rara ini termasuk yang agamis banget lingkungannya. Setiap Jum'at pagi semua siswa dikumpulin di lapangan, terus kita semua (termasuk guru) dzikir, hafalan 99 asmaul-husna, dan setiap sebelum belajar pasti baca al-qur'an. Meskipun masih suka pakai baju pendek kalau diluar Sekolah, beda aja sih.. Udah mulai ngerasa "Oh, kok nyaman ya kalau pakai kerudung gini". Tapi belum niat buat pakai kerudung gitu. Lagi-lagi karena Mama juga masih belum berkerudung khan. Hehe..

Mulai SMP kelas 9, baru mulai kemana-mana pakai kerudung, tapi tetep celana panjang ketat sih. T.T Disini Mama juga mulai kemana-mana pakai kerudung. Walaupun kalau males ya enggak -.- Malah Papa sebenernya gak nyuruh Mama atau Rara berkerudung (waktu itu). -...- 

Tapi yaaaaaa, emang dasar! Pas perpisahan SMP, ke Jogja. Ke Candi-candi kann, panas hehe. Yaudah, buka lagi deh kerudungnya. -..- pakai baju model kodok gitu tapi pendek selutut. Foto keluarga terakhir juga gak berkerudung. Pokoknya, SMP mulai lebih sering berkerudung sih, tapi masih belum benar-benar niat dan paham sama maksud mesti berkerudung (nutup aurat).

Kalau dari cerita diatas, Rara emang selalu menjadikan Mama sebagai Role Model pertama ya. Jadi kesimpulannya, InsyaAllah nanti Rara harus jadi Role Model buat anak-anak Rara. Banyak belajar dan berpikir Alhamdulillah... Mungkin emang sudah waktunya ya.

SMA. Mulai Malu, Risih kalau diliatin

SMA. Sekolah juga mewajibkan pakai kerudung buat yang muslimah. Kurang lebih sama sih ceritanya sama waktu SMP. Cumaaaa, udah mulai muncul rasa malu. Malu kalau nih rambut keliatan, lutut keliatan, ihh dilatin kakinya. risih! Jadilah Alhamdulillah.. hmm kelas 11 atau 12 ya benar-benar niat pakai kerudung kemana-mana karena alesan malu. Nah, disini udah mulai tau kalau pakai kerudung/jilbab itu wajib. Alhamdulillah sudah mulai istiqamah pakai kerudung, tapi tetep pakai celana panjang ketat. 

Kuliah. Mulai banyak paham

Kuliah. Awal-awal kuliah, udah berniat akan fokus ke belajar. Palingan kalau mau ikut-ikutan ekskul gitu yang berkaitan dengan agama aja. Dan akhirnya gabung sama Lembaga Dakwah Kampus. Rara liat dan ingat, gimana proses temen-temen rara yang pertama masuk kampus sama kayak rara (berkerudung tapi masih pakai celana panjang), sekarang malah hijrahnya luar biasa banget. Sudah sempurna pakai baju langsungan panjang gombrong, jilbabnya juga gak kalah panjang. Malah ada yang sudah pakai niqab (cadar). hmm setau rara, niqab ini sunnah kan?  yang wajib ditutup yang ada di Al-quran.

Dan... memutuskan buat pakai rok juga lumayan berat. Berat. Gak gampang. Beneran!
Bukan alasan keluwesan mondar-mandirnya ya, tapi lebih ke "Oh, udah mulai gak menyerupai laki-laki kan? bagus dong. Tapi, harusnya dari sifat/sikap/pikiran Rara juga mesti mencerminkan perempuan yang lebih baik dong? Solehah? Tapi masih mau pecicilan"

Kebanyakan Tapi, tapi, tapi. Terus akhirnya cerita ke Mama. Mama malah bilang "Ribet. kan naik kereta." 

Iya juga sih. Tapi Alhamdulillah dari dalam hati Rara, waktu itu berniat mau lebih baik. Mau jadi perempuan cantik, anggun, mudah-mudahan bisa lebih meningkatkan keimanan Rara. 
Sempat terhalang restu Mama. Jadinya dari rumah pakai celana panjang, terus di stasiun bekasi ganti pake rok. Ini ada kali selama 1 semester awal-awal pakai rok. Mama gak tau. 

Tapi lama-lama malah ngerasa ribet ganti-ganti di stasiun. Jadinya dari rumah udah pakai rok. Mama sempet gak setuju. Malah pernah bilang nanti jatoh kalau pakai rok (waktu itu). Aduuh.. Maaa do'a mama tuh..

Tapi lama kelamaan capek juga Mama ngomongin Rara. Ya Rara cuma bilang Iya aja. Tapi tetep cus nya pakai rok. ehhehe

Sampai sekarang kalau menurut Mama gak pantes nih nyocokin baju ini-itu pakai rok. Mama bakal bilang "Gausah pakai rok-laah" Alhamdulillah gak sampai marah sih rara, cuma kecewa dikit. Abis itu tapi Ra selalu bilang gini, "Gak nyaman lagi pakai celana Ma, enakkan rok. Kalo gerah tinggal diangkat roknya" 

Ngawur banget sih emang jawabnya -..- tapi mama langsung diem. wkwk

Nah, sekarang... lagi bersiap-siap buat niat pakai baju langsungan. Tapi, masih banyak tapinya..
Do'akan yang terbaik yaaa.. :")









Rabu, 09 Agustus 2017

heart beat

I can hear my own heart beat now fastly.
In the midnight, wake up, I only can hear my own heart beat fastly~

Jumat, 07 Oktober 2016

let see

I've seen this place a thousand times
look back to the stories
the stories I want it back
sometimes I wanna cut it and throw it to the trash
let it burn in fire
dissapear when the times are gone
nothing is gonna be better
as I think it would be worst

let see beautiful rainbow
like a joy it sounds the happiness
dancing in the sky
smiling to people
when nobody never realize it shines
it would be sad
And escape its colours

let see it is rainy
with its beautiful songs
dancing in your ears
go down to the sand
And up to the sky
it goes like this everytime
welcoming every drops with smile
show your smile
untill it is gone with the shadow

poem by.me

Kamis, 29 September 2016

Aini's Graduation

Rabu, 21 September 2016. Menjadi momen paling bersejarah dan bahagia untuk sahabatku, Aini Zidni Lathipan. Hari itu, Ai secara resmi lulus dari kuliahnya di Akademi Kebidanan dan juga resmi menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan. Let's say Alhamdulillahirabbilalamiin:") Jadilah..lahir bidan cantik baru ini, proudly I say she is my bestbestbest friend I ever had, Aini Zidni Lathipan, Am. Keb..

Diundang hadir menyaksikan wisuda dan angkat sumpah di hari itu menjadi hal yang paling terhormat buatku. Gak lebay, karena memang ini pertama kalinya dan tepat kalau orang yang pertama aku hadiri wisudanya ya mesti Aini. hahaha Aini, sahabat dari kecil, dari kelas 1 SD. Kita mulai deket karena satu jemputan yang sama. Les-nya juga sempet bareng. Iya kan? Still you remember Mrs. Aisyah? kita les bahasa inggris disana, sama temen-temen yang lain. Walaupun gak selalu 1 kelas di SD, SD Jaya Suti Abadi. Dulu mah jaman kita sekolahnya gak se-keren sekarang ya. Sekarang namanya udah pakek Global School #applause, dan... beruntung Alhamdulillah bisa masuk SMP yang sama, SMPN 1 Tamsel. Stop dulu deh nostalgianya, aku mau ceritain How was the feeling when I watched that graduation ceremony

Malam sebelum hari H, Ai udah WA aku buat on time jam set6 udah di rumahnya. Ya.. karena rara yang mau langsung ikut berangkat bareng dari rumah (notabene-nya ra numpang, wkwk mesti on time beneran deh huhuhuhu), jadinya siap2 lebih awal dan langsung cuuuss jam set6. Sampai disana, langsung disambut sama adiknya, Qintara (btw, nama panggilannya is like mine-rara-). Kalian tau Ai masih ngapain??? D-A-N-D-A-N. Yes, as like what I though before. Secara momen sakral gituu mesti dandan SUPER BADAIIII pakek bulu-bulu mata gitu deeehh (duuuh rara sih ampuuunnnn) hahaha XD aaannndd jeng-jeeengg. 
Aini, cantiknya yaaaa, hatinya juga lhooo
sukaaaakkk banget sama tatanan rias wajahnya ini hihi. aaahh jadi kepikiran nnti gimana ya kalau rara yang graduation. :D

Yang rara suka dari aini itu… dia selalu apa adanya. Gak peduli deh orang mau komentar apa. Pokoknya dia ngelakuin segala sesuatu tuh emg yang berasal dari hatinya. I could feel it. Humoriiissss pulaakk! Kalian harus tau, satu satunya orang yang selalu bikin ra paling ngakak ya dia nih. Hahaha. (Aaahh jadi anen-.-)

Lanjut yaaa.. hihi. Ternyata yang dari rumah Ai bukan cuma keluarga dan rara aja. Ada temennya yang ikut dari rumah, namanya Desi. Agak susah juga sih pas mau mulai ngajak kenalan. Mungkin lg deg2an plus pusing mikirin roknya yng ketinggalan kali yaa -.- (fyi, temennya Ai ini dateng ke rumah Ai buat pergi bareng. Dan kalian harus tau kalau Desi ini lupa gak bawa rok -.- untung aja masih bisa keburu mama-nya anter lagi roknya. Could you imagine when you came forward to your lecturer (for move the kunciran from left to the right part, but you don’t wear skirt. You wear jeans!!! -.-) oh my! Mungkin efek buru2 juga yaa. HAHA gapapa.. biar makin teliti deh yaa

Diperjalanan rara, desi, aini duduk di kursi tengah. Di bangku belakang ada rara, ike, sama zahira. Yang paling depan, ya Nyonya dan Tuan. Hehe Sepanjang jalan, Ai sama Desi sesekali ngobrolin temennya yang udah nyampe dari pagilaah, berangkat dari abis subuhlaah. Ckckck terlalu semangat yak!-.- (must be appreciated). Terus juga ngobrolin temennya yang kayo rayoo yng katanya selepas wisuda gak mau praktek, tapi ngelanjutin usaha orang tuanya (That was not wrong choice, tapi sayang aja sih ilmunyaaaa .-. kalau bisa bagi waktu buat 2 hal itu bagus deehh. Emg enak ya idupnya, kalau kata Ai ‘terlahir dengan sendok emas’ wkwk kepikiran aja sih:D)

Sampe disanaaaa, langsung buru2 turunlah kita bertiga, nyari to-i-let. Sekalian rapih-rapih cantik gituuu. Sebelum nyampe di toilet langsung ada yng fotoin gitu. Duuuuhhh berasa artis ajaa yaa. Hahha (kalian harus tau! Ternyata gak beda dari dufan. Pas balik pulang kita dikejar-kejar buat beli jepretannya tadi. What the ffuuhh-…-)
Oke, masuk ke inti dari hari itu:

Masuk ke ballroom gedung, rara langsung terkesima dengan semua wajah-wajah bahagia yang cantiiiikkkkk. Karena judulnya bidan, gak ada tuh yang pakek toga laki (yaiyalaahh)

Bahagia ya jelas. Bersyukur udah pasti. Bangga jangan ditanya lagi. Disaksikan orang tua, keluarga, dosen-dosen, 68 mahasiswi itu telah resmi menjadi seorang bidan. Dan secara otomatis masuk dalam Ikatan Bidan Indonesia. Alunan lagu yang dibawakan paduan suara menambah haru suasana di dalam. Dimulai dari lagu-lagu romantiiiss, semangaattt, sampai haruuu pas bawain lagu ‘terima kasih guruku’ sama lagu ‘bunda’ aaiiihhh..
Aini, cantiknyaaaa hihi hatinya juga lhooo



Ai, and her..... (fill it whatever you want)

Nah, kalau foto diatas ini, Aini sama Eki. Siapa Eki?
Eki, pertama cuma tau kalau Eki ini temen SMAnya. Makin lama jd kebuka deh, dia ternyata juga orang Griya, anak RT 6, dulu pernah gabung di remaja masjid, dan bodohnyaaaa rara gak ngeh klo eki pernah ikutan remaja masjid dan dia lg deket sama sahabat rara -...- Pastinya dengan kedatangan Eki ini, punya tempat sendiri di hati Aini yaa. hihi Ah kalian ini! love you both!

Aini & Rara

Bangga. Bahagia. Seneng. Bersyukur. Masih diijinkan Allah menjadi sahabat kamu, Ai.. Rara seneeeenngggnyaaaa masyaAllah :”) percaya gak sih Ai? Kalau rara bilang begitu nama Ai di sebutin di atas panggung, lengkap dengan gelar yng Ai sandang. Rara nangiiiissss :””))) HAHA serius iniiii. Hihi Untung aja Ai inget rara buat dateng kesitu. Kalau enggak? Beeuuuhhh kita end aja lah Ai! (ini serius)

Ra gak bisa berhenti bilang bersyukur Ai. Dipertemukan. Dipilihkan. Dititipkan. Seorang sahabat seperti Aini ini. Rara berharap hanya maut yang memisahkan silaturahmi kita di dunia yaa. InsyaAllah kita (meskipun banyak kekurangan) terus  berhijrah menjadi wanita solehah, anak yang berbakti pada orang tua, anak yang bisa menyelamatkan orang tua dari api neraka, kelak menjadi muslimah solehah, istri solehah, ibu yang baik untuk anak-anak kita kelak. Daaannn selama perjalanannya kita nanti sukses, kita liburan barennngg, cerita2 bareeenngg. Semoga kesampean yaa kita liburan barengnya Ai. Aamiin J Kalau keburu abis nikah pasti bakalan susah. huhu

Oh iya, pesan rara buat Aini. Tetap menjadi Aini apa adanya seperti sekarang. Banyak orang yang mencintai Aini seperti ini. Jangan dilebih-lebihkan. Teruslah berubah menjadi kupu-kupu cantiik, banyak menolong orang, menjadi pribadi yang rendah hati, dan murah senyum. Jadikan surga menjadi tujuanmu dalam menolong orang. Profesi Ai sekarang sudah mulia.. maka lebih muliakanlah dengan rasa hati tulus ikhlas dan untuk berjihad..


Aini & Rara

Jadi sahabat rara terus ya Ai.. Makasih untuk semua kebahagiaan yang Ai kasih untuk rara. Maaf belum menjadi sahabat yang baik untuk Ai. Kalau boleh membalikkan kisah perjalanan hidup, ra mau balik di momen2 kita ketawa bareng waktu masih sekolah Ai :):):’)

Rara sayang Aini, like my own sister Hihi
Salam sayang,
Rara

Senin, 28 Maret 2016

Cerita Kunjungan ke PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN)

Alhamdulillah diberi kesempatan untuk menuangkan cerita kunjungan ke PT PTPN oleh prodi kampus. Ini dia tulisannya yang sudah di release di website prodi ITPBakrie:
http://bakrie.ac.id/en/prodi-ilmu-dan-teknologi-pangan/115-news-ub/field-vidit/field-visit-itp/1168-kunjungan-ke-pt-perkebunan-nusantara-viii-ptpn


Cerita Kunjungan ke PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN)
Oleh Tiara Indra Saraswati ITP 2013

PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN) merupakan salah satu destinasi mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) 2013 yang harus diikuti dalam memenuhi perkuliahan Praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan. Tepat pukul 06.30 WIB pada 16 Maret 2016 lalu, seluruh mahasiswa ITP 2013 sudah berkumpul di kampus Bakrie untuk berangkat bersama.  Perjalanan dari Jakarta ke Subang terbilang lancar. Namun, lokasi PTPN yang sulit ditemui membuat perjalanan kami menjadi lama hingga menghabiskan waktu 4 jam di perjalanan.

Rasa lelah selama perjalanan segera terbayar saat tiba di PTPN. Sesampainya disana, kami disambut dengan ramah oleh seorang petugas PTPN. Kemudian, kami segera diajak untuk berkeliling perkebunan teh dengan luas ±3000 hektar tersebut. Semilir angin dingin yang menyapu wajah kami dan awan mendung membuat suasana kebun teh yang terasa sejuk menjadi lebih sejuk, sehingga kami semakin antusias mendengarkan penjelasan terkait tanaman teh dan pemilihan daun teh terbaik dari petugas PTPN. Salah satu alasan lokasi perkebunan teh yang selalu dingin yaitu sifat daun teh yang bersifat higroskopis yang dapat menyerap udara dingin. 

Gambar 1. Daun teh dipilih dari 3-5 daun teh dari pucuknya


“Teh terbaik di pilih untuk menghasilkan minuman teh yang berkualitas baik. PTPN bergerak di produksi teh hitam untuk masyarakat sekitar dan ekspor dunia seperti Eropa Timur dan Amerika. Teh hitam dipilih dari 3-5 daun teh yang berada pada pucuknya. Setiap 4 tahun sekali, tanaman teh dipangkas daun bagian atasnya, agar diperoleh daun teh muda kembali. Tanaman teh hanya dapat tumbuh di dataran tinggi yaitu ±1100 dpl dan bersuhu 15-20ºC”, terang petugas PTPN.

Ditengah perjalanan kami berkeliling perkebunan teh PTPN, kami sempatkan diri untuk berfoto ria bersama-sama.
Gambar 2. Foto bersama di tengah perkebunan teh

Setelah puas berkeliling perkebunan teh, kami diajak menuju tempat produksi. Selama perjalanan ke tempat produksi, beberapa mahasiswa masih antusias bertanya mengenai pohon yang ada di sekitar tanaman teh dan hama atau penyakit yang biasa menyerang tanaman teh. Berikut pemaparan petugas PTPN tersebut, “Pohon-pohon yang sering terlihat diantara tanaman teh biasanya adalah pohon jati yang sengaja ditanam. Fungsinya untuk menangkal hama, karena biasanya hama menyerang pohon yang paling tinggi dahulu sebelum menyerang tanaman yang lebih rendah. Hama tanaman teh berbeda ketika musim panas dan musim hujan. Pada musim panas hama yang dijumpai adalah ulat, sedangkan pada musim hujan, pemukaan bawah daun teh dijumpai bintik-bintik berwarna putih yang membuat air hujan tidak jatuh”. 

Sesampainya di tempat pengolahan daun teh, perhatian kami terfokus pada konveyor gantung yang mengangkut daun teh pasca pemetikan kemudian di distribusikan ke dalam ruang produksi di lantai 2. Ruang produksi dibagi menjadi 2 lantai. Lantai pertama dikhususkan untuk mesin-mesin pengolahan, sedangkan kontrol dan proses pelayuan di lakukan di lantai 2. 

Disana, kami dipertemukan dengan seorang konsultan PTPN. Dengan sangat rinci, kami diterangkan seluruh proses pengolahan teh mulai dari daun teh pasca pemetikan hingga teh yang sudah di kemas.
Gambar 3. Petugas PTPN sedang mempersiapkan konveyor gantung


Gambar 4. Konveyor gantung yang mengangkut daun teh pasca pemetikan

Proses pengolahan daun teh terdiri dari 7 tahapan yang dimulai dari Pemanenan dan Pemetikan. Daun teh terbaik dipanen dan dipetik kemudian diangkut menggunakan konveyor gantung menuju tahapan-tahapan berikutnya. Selanjutnya, dilakukan proses pelayuan yang dimaksudkan untuk menurunkan kandungan air yang terkandung pada daun teh menjadi 25%. Penggilingan merupakan tahapan berikutnya yang hasilnya berupa teh bubuk (powder). Daun teh digiling dan diayak sebanyak 4 kali untuk memperoleh teh powder  yang baik. Fermentasi menjadi salah satu tahapan penting dalam pengolahan teh. Fermentasi dilakukan secara alami (tanpa penambahan starter) yang dimaksudkan untuk mengeluarkan komponen-komponen khas pada teh (aroma, rasa, dan warna) agar menjadi teh dengan kualitas terbaik dan diterima konsumen. Teh mengandung komponen polifenol yang merupakan antioksidan dan dipercaya dapat menangkal radikal bebas. Fermentasi ini dilakukan pada suhu 22ºC selama 1 jam. Setelah proses fermentasi, teh kemudian dipisahkan dan dipilih pada tahapan sortasi. Sortasi dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenis dan ukuran partikel.  Tahapan terakhir pengolahan teh yaitu packaging. Packaging yang digunakan yaitu plastik dan alumunium foil.

Gambar 5. Ruang Penggilingan Teh
Gambar 6. Fermentasi daun teh
Gambar 7. Ruang Pengeringan
Gambar 8. Ruang Pengemasan

Setelah melihat-lihat proses pengolahan teh dan mendengar penjelasan dari konsultan PTPN, kami diajak melintasi laboratorium dan beberapa pajangan sertifikat penghargaan yang diraih PTPN. PTPN telah memiliki sertifikasi halal dan menjadi perusahaan teh terbaik dengan predikat ortodoks.

Kunjungan di PTPN diakhiri dengan penjamuan teh oleh PTPN untuk mahasiswa dan rombongan kami. Teh yang dihidangkan masih sangat fresh from the garden dan aroma tehnya masih sangat terasa alami.
 
Seluruh rangkaian kunjungan di PTPN diakhiri mahasiswa dan rombongan dengan belanja teh walini produksi PTPN. Menurut keterangan seorang petugas PTPN disana, teh walini hanya didistribusikan untuk warga sekitar dengan alasan menjaga keaseliannya. Salah satu keunikkan teh walini yang berbeda dengan teh lainnya adalah teh walini memiliki beberapa rasa seperti mint, apel, leci, jahe, dan blackcurrant. Petugas PTPN yang melayani kami berbelanja juga memberikan tips membedakan teh yang menggunakan essens dan tidak menggunakan essens. Teh yang menggunakan essens aroma tehnya sudah tercium bahkan sebelum kemasannya terbuka (kemasan beraroma teh), sedangkan teh yang tidak menggunakan essens kemasannya tidak tercium aroma teh.

Gambar 9. Teh Walini dengan beberapa rasa

Setelah kunjungan ke PTPN, akhirnya kami kembali ke Jakarta dengan perasaan senang dan beruntung. Bagaimana tidak, kunjungan kami kali ini sebenarnya adalah praktikum, namun lebih terasa seperti jalan-jalan dan ditambah mendapat banyak ilmu mengenai pengolahan teh yang baik. Semoga ilmu yang kami peroleh kelak bermanfaat dan teh walini tidak hanya bisa di nikmati di Subang saja, tetapi juga di Jakarta dan seluruh Indonesia.

Sekian praktikum rasa jalan-jalan ITP 2013 kali ini.
Tetap semangat dan Salam Pangan!^^/

Website Universitas Bakrie dan Ilmu dan Teknologi Pangan



Jumat, 19 Februari 2016

I love them much more

Assalamualaikum wr wb everyone? ^^/
Here I am back! dont you miss me, huh?

this moment I'd like to tell you about my first week being 6th semester student with other buzy activities like smiling, laughing, and spreading happiness. hihi:v ofcourse, Those are about my favorite things. haha

okay let's be serious. ._. I must say Alhamdulillah wasyukurilah because I have mother who always support me and being a hardest wall when I'm down. I love her even I cant tell her anytime. And also my father. I know even he almost never call me but he loves me much more. when there was something big that hurt me, or almost hurt me. in a second he'll call me and hug me from far away. he protects me like a child till now, when I am 20. I dont know how can I live if they've gone. hmmhh really miss them. Also my lil sister and brother. I feel so many differences now. When I'm getting older, I think there'snot important thing except to see beautiful smile on their face and hear their laugh, it must be a greatest song ever. :'(
Never mind! it's saturday. I'd be in home soon.

Imnot tired. It's just too tired. ;'')
Im okay.

-----
rr